(09 Apr 2026 | 11:31)

Kekuatan itu Bernama Ibu

Judul Buku : Kekuatan itu Bernama Ibu

Penulis :  Naqiyyah Syam

Penerbit : Kalil, Imprint PT Gramedia Pustaka Utama 

Tahun Terbit : 2014

Kota tempat terbit : Jakarta 

Jumlah halaman : 145 halaman 

Kategori : Motivasi 

ISBN : 978-602-03-0739-8

 

Dalam hadits yang dinukil dari kitab Tafsir Qashashi Jilid IV karya Syofyan Hadi, Rasulullah SAW pernah menjelaskan pentingnya berbakti kepada ibu hingga sosok ibu disebut sebanyak tiga kali.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ رواه البخاري ومسلم

Artinya: Dari Abu Hurairah RA, "Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, 'Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?' Nabi SAW menjawab, 'Ibumu!' Dan orang tersebut kembali bertanya, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi SAW menjawab, 'Ibumu!' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?' Beliau menjawab, 'Ibumu.' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi SAW menjawab, 'Kemudian ayahmu.'" (HR Bukhari dan Muslim).

Pada hadits tersebut dikatakan kedudukan ibu tiga kali lebih utama daripada ayah sebab ibu telah melakukan tiga hal kepada anaknya yang tidak bisa dilakukan ayah. Ketiga hal itu ialah mengandung, melahirkan, dan menyusui.

Buku ini mengangkat tema besar tentang peran luar biasa seorang ibu dalam kehidupan keluarga, khususnya dalam membentuk karakter anak. Penulis menekankan bahwa ibu bukan hanya sosok yang melahirkan, tetapi juga sumber kekuatan utama dalam pendidikan, emosi, dan spiritualitas anak.

  1. Ibu sebagai Madrasah Pertama

Dalam buku ini dijelaskan bahwa ibu adalah “sekolah pertama” bagi anak. Sejak lahir, bahkan sejak dalam kandungan, anak sudah mulai menerima pengaruh dari ibunya. Cara ibu berbicara, bersikap, hingga berpikir akan membentuk dasar kepribadian anak.

Pendidikan yang diberikan ibu bukan hanya berupa pengajaran formal, tetapi lebih kepada keteladanan. Anak belajar dari apa yang dilihat setiap hari. Oleh karena itu, ibu dituntut untuk terus memperbaiki diri, karena perilaku ibu akan secara langsung ditiru oleh anak.

2. Kekuatan Emosional Seorang Ibu

Penulis menyoroti bahwa kekuatan ibu tidak selalu terlihat secara fisik, tetapi justru sangat besar dalam aspek emosional. Ibu memiliki kemampuan untuk:

  • Menenangkan anak dalam kondisi sulit
  • Memberikan rasa aman
  • Menjadi tempat kembali saat anak menghadapi masalah

Kehadiran ibu yang penuh kasih sayang akan membangun kepercayaan diri anak. Sebaliknya, kurangnya perhatian emosional dapat berdampak pada perkembangan psikologis anak.

3. Peran Ibu dalam Pendidikan Karakter

Buku ini juga menekankan pentingnya peran ibu dalam membentuk akhlak dan karakter anak. Nilai-nilai seperti kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, dan empati pertama kali dikenalkan oleh ibu di rumah.

Penulis mengingatkan bahwa:

Pendidikan karakter tidak bisa instan. Harus dilakukan secara konsisten. Membutuhkan kesabaran dan keteladanan

Ibu yang kuat bukan berarti ibu yang sempurna, tetapi ibu yang terus berusaha memberikan yang terbaik dan tidak mudah menyerah.

4. Tantangan Ibu di Era Modern

Di era modern, ibu menghadapi berbagai tantangan, seperti:

Peran ganda (sebagai ibu dan pekerja)

Pengaruh teknologi terhadap anak

Perubahan nilai sosial

Buku ini memberikan pesan bahwa ibu perlu bijak dalam menghadapi perubahan zaman. Teknologi tidak harus dihindari, tetapi perlu dikontrol dan diarahkan agar memberikan manfaat bagi anak.

Selain itu, ibu juga perlu menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga agar tidak kehilangan kedekatan emosional dengan anak.

5. Pentingnya Spiritual dalam Peran Ibu

Penulis juga menekankan bahwa kekuatan ibu tidak terlepas dari kekuatan spiritual. Ibu yang dekat dengan Tuhan akan memiliki:

  • Kesabaran yang lebih besar
  • Ketenangan dalam menghadapi masalah
  • Keikhlasan dalam menjalani peran

Doa seorang ibu disebut sebagai salah satu kekuatan terbesar dalam kehidupan anak. Oleh karena itu, ibu dianjurkan untuk selalu mendoakan kebaikan bagi anak-anaknya.

6. Ibu sebagai Inspirasi dan Teladan

Buku ini menggambarkan bahwa ibu adalah sosok inspiratif yang sering kali tidak disadari perannya. Banyak keberhasilan anak di masa depan berakar dari didikan ibu di masa kecil.

Keteladanan ibu dalam menghadapi kesulitan

Menjaga nilai-nilai kehidupan

Bersikap terhadap orang lain, akan menjadi bekal penting bagi anak dalam menjalani hidupnya.

7. Menghargai Peran Ibu

Selain ditujukan kepada para ibu, buku ini juga menjadi pengingat bagi pembaca untuk menghargai peran seorang ibu. Pengorbanan ibu sering kali tidak terlihat, namun sangat besar dampaknya.

Penulis mengajak pembaca untuk:

  • Lebih menghormati ibu
  • Menyadari jasa-jasanya
  • Tidak menyia-nyiakan kehadiran ibu

Kesimpulan

Buku Kekuatan Itu Bernama Ibu menyampaikan pesan kuat bahwa ibu adalah pilar utama dalam keluarga dan pendidikan anak. Kekuatan ibu bukan hanya terletak pada fisik, tetapi pada kasih sayang, kesabaran, keteladanan, dan spiritualitas nya.

Seorang ibu memiliki peran besar dalam menentukan masa depan anak. Oleh karena itu, menjadi ibu adalah tugas mulia yang membutuhkan kesadaran, ilmu, dan ketulusan. Buku ini mengajak para ibu untuk terus belajar dan memperkuat diri, serta mengingatkan semua orang akan pentingnya menghargai sosok ibu dalam kehidupan.

Ibu bukan hanya yang melahirkan kita tapi juga yang mendidik kita,mengajari kita dan memberi kita kasih sayang dan semuanya memiliki kekuatan bernama doa