Judul Buku : Sumayyah Syahidah Pertama
Penulis : Ifdhal Febrioza & Fivi Achmad
Penerbit : Salsabila
Tahun Terbit : 2024
Jumlah Halaman : 138
Kategori : Komik Islam - Sirah Sahabat Nabi
ISBN : 978-623-8019-39-7
Komik "Sumayyah: Syahidah Pertama" merupakan salah satu karya visual yang mengangkat kisah nyata dari sejarah Islam, yaitu tentang sosok wanita luar biasa bernama Sumayyah binti Khayyat. Dalam sejarah Islam, Sumayyah dikenang sebagai perempuan pertama yang memeluk Islam dan syahid karena mempertahankan imannya. Kisahnya menyentuh dan penuh inspirasi, terutama bagi generasi muda Muslim masa kini.
Sumayyah adalah istri dari Yasir bin Amir dan ibu dari Ammar bin Yasir. Keluarganya termasuk dalam golongan lemah di masyarakat Makkah karena status sosial mereka yang rendah. Namun, justru dari keluarga yang sederhana inilah muncul cahaya keimanan yang luar biasa kuat. Ketika Nabi Muhammad ﷺ mulai menyebarkan dakwah Islam secara sembunyi-sembunyi di awal masa kenabiannya, Sumayyah sekeluarga menjadi bagian dari kelompok pertama yang menerima ajaran Islam.
Keimanan mereka segera diketahui oleh kaum Quraisy, khususnya oleh para pemimpin yang merasa terancam dengan dakwah tauhid. Keluarga Sumayyah kemudian menjadi target penyiksaan karena dianggap membelot dari keyakinan nenek moyang mereka. Di antara tokoh Quraisy yang paling kejam adalah Abu Jahal, yang tak henti-hentinya menyiksa keluarga Yasir agar mereka meninggalkan Islam.
Sumayyah harus mengalami berbagai bentuk penyiksaan fisik dan mental. Ia dipaksa berdiri di bawah terik matahari padang pasir, diikat, disiksa, dan diancam. Meski tubuhnya lemah dan usianya sudah lanjut, Sumayyah tetap tegar. Ia tidak mengucapkan satu kata pun yang menunjukkan penyangkalan terhadap Islam. Keteguhan hatinya membuat para penyiksanya semakin marah, terutama Abu Jahal. Hingga pada suatu titik, karena kemarahan yang memuncak, Abu Jahal membunuh Sumayyah dengan menusukkan tombak ke tubuhnya. Peristiwa ini menjadikan Sumayyah sebagai syahidah pertama dalam sejarah Islam.
Kisah ini bukan hanya menceritakan penderitaan, tetapi juga menyoroti kekuatan spiritual seorang perempuan Muslim yang tidak goyah dalam menghadapi siksaan dan ancaman. Komik ini menampilkan adegan-adegan penting yang menggambarkan perjuangan Sumayyah dalam mempertahankan keimanan bersama suami dan anaknya. Dengan visual yang kuat dan narasi yang menyentuh, pembaca bisa ikut merasakan beratnya perjuangan di masa awal Islam.
Selain menyampaikan kisah sejarah, komik ini juga berhasil memberikan konteks sosial dan budaya pada masa itu. Pembaca diajak memahami betapa sulitnya menjadi Muslim di Makkah sebelum hijrah, terutama bagi kalangan lemah yang tidak memiliki pelindung. Komik ini menggambarkan dinamika kekuasaan, ketimpangan sosial, dan betapa pentingnya keberanian dalam mempertahankan kebenaran.
Nilai dan Pesan Moral
Refleksi:
Komik ini sangat cocok dibaca oleh anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa yang ingin mengenal lebih dekat sosok sahabat Nabi dari kalangan perempuan. Dengan gaya cerita visual yang menarik, pembaca tidak hanya disuguhkan kisah sejarah, tetapi juga diajak memahami makna keberanian dan keimanan sejati.
"Sumayyah adalah simbol bahwa keteguhan iman lebih kuat daripada kekuatan fisik."