(09 Apr 2026 | 11:15)

SEJARAH DAN PENGANTAR ILMU QURAN DAN TAFSIR

SEJARAH DAN PENGANTAR ILMU QURAN DAN TAFSIR

Oleh : Tengku Muhammad Hasby Assiddiqy

A. Sejarah Nuzulul Quran

Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Quran diturunkan secara bertahap selama 23 tahun, dimulai pada tanggal 17 Ramadhan tahun 610 M, ketika Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun.

Proses turunnya Al-Quran dimulai ketika Nabi Muhammad SAW sedang berkhalwat di Gua Hira, dekat Mekah. Malaikat Jibril muncul dan membacakan ayat pertama Al-Quran, yaitu Surat Al-Alaq ayat 1-5.

Selanjutnya, Al-Quran diturunkan secara bertahap melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW, yang kemudian disampaikan kepada para sahabat dan umat Islam.

Nuzulul Quran diperingati setiap tahun oleh umat Islam pada tanggal 17 Ramadhan, sebagai hari turunnya Al-Quran. 

B. Sejarah Mengumpulkan Shuhuf Al-Quran

Pengumpulan shuhuf Al-Quran dimulai pada masa Nabi Muhammad SAW, ketika wahyu Al-Quran diturunkan secara bertahap. Para sahabat Nabi menuliskan ayat-ayat Al-Quran pada berbagai media, seperti kulit, tulang, dan batu.

Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Abu Bakr As-Siddiq memerintahkan Zaid bin Thabit untuk mengumpulkan Al-Quran menjadi satu mushaf. Zaid bin Thabit mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran dari para sahabat yang masih hidup dan memiliki catatan Al-Quran.

Pada masa Khalifah Uthman bin Affan, Al-Quran telah tersebar luas di berbagai wilayah Islam, namun terdapat perbedaan bacaan dan tulisan. Uthman bin Affan kemudian memerintahkan untuk membuat satu mushaf standar, yang dikenal sebagai Mushaf Uthmani.

Mushaf Uthmani ini kemudian disalin dan disebarkan ke seluruh wilayah Islam, sehingga Al-Quran dapat dibaca dan ditulis dengan standar yang sama. 

C. Ilmu-Ilmu Al-Quran Yang Perlu Dipelajari Oleh Para Mufassirin

Beberapa ilmu Al-Quran yang penting dipelajari oleh para mufassirin adalah:

1. Tafsir : Ilmu yang mempelajari makna dan penafsiran Al-Quran.

2. Asbabun Nuzul : Ilmu yang mempelajari latar belakang turunnya ayat-ayat Al-Quran.

3. Ilmu Qira'at : Ilmu yang mempelajari bacaan dan variasi bacaan Al-Quran.

4. Ilmu Tajwid : Ilmu yang mempelajari cara membaca Al-Quran dengan benar.

5. Ilmu Nahwu : Ilmu yang mempelajari tata bahasa Arab Al-Quran.

6. Ilmu Balaghah : Ilmu yang mempelajari keindahan bahasa dan sastra Al-Quran.

Sejarahnya, ilmu-ilmu Al-Quran ini berkembang secara bertahap, dimulai dari masa Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Para tabi'in dan ulama selanjutnya mengembangkan dan menyusun ilmu-ilmu ini menjadi disiplin ilmu yang sistematis.

Beberapa tokoh penting dalam sejarah ilmu-ilmu Al-Quran adalah:

- Imam Al-Tabari (w. 923 M): Penulis Tafsir Al-Tabari.

- Imam Al-Zamakhshari (w. 1144 M): Penulis Al-Kashshaf.

- Imam Al-Razi (w. 1209 M): Penulis Tafsir Al-Razi.

- Imam Ibn Kathir (w. 1373 M): Penulis Tafsir Ibn Kathir.

Ilmu-ilmu Al-Quran ini terus berkembang hingga saat ini, dan para mufassirin terus mempelajari dan mengembangkan penafsiran Al-Quran. 

D. Sifat-Sifat Al-Quran

Al-Quran memiliki beberapa sifat yang menunjukkan keagungan dan kebesarannya, antara lain:

1. Al-Qur'an adalah Kalamullah : Al-Quran adalah firman Allah yang tidak diciptakan.

2. Al-Qur'an adalah petunjuk : Al-Quran adalah petunjuk bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

3. Al-Qur'an adalah mukjizat : Al-Quran adalah mukjizat Nabi Muhammad SAW yang terbesar.

4. Al-Qur'an adalah penyembuh : Al-Quran dapat menyembuhkan hati dan jiwa manusia.

5. Al-Qur'an adalah peringatan : Al-Quran adalah peringatan bagi manusia untuk mengingat Allah dan hari akhirat.

Rutbah Al-Quran:

1. Al-Qur'an adalah kitab suci : Al-Quran adalah kitab suci yang paling agung dan paling sempurna.

2. Al-Qur'an adalah sumber kebenaran : Al-Quran adalah sumber kebenaran yang tidak dapat disangkal.

3. Al-Qur'an adalah pedoman hidup : Al-Quran adalah pedoman hidup bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan.

Maksud-maksud Al-Quran:

1. Menyampaikan risalah Allah : Al-Quran menyampaikan risalah Allah kepada manusia.

2. Mengarahkan manusia ke jalan yang benar : Al-Quran mengarahkan manusia ke jalan yang benar dan lurus.

3. Menyembuhkan hati dan jiwa : Al-Quran menyembuhkan hati dan jiwa manusia dari penyakit dan kesesatan.

4. Mengingatkan manusia akan hari akhirat : Al-Quran mengingatkan manusia akan hari akhirat dan hisab.

Dengan demikian, Al-Quran adalah kitab suci yang agung dan memiliki sifat-sifat yang menunjukkan keagungan dan kebesarannya. 

E.  Tafsir, Takwil, dan Ilmu-Ilmu Al-Quran

Tafsir:

Tafsir adalah ilmu yang mempelajari makna dan penafsiran Al-Quran. Ada beberapa jenis tafsir, antara lain:

1. Tafsir Bil Ma'thur : Tafsir yang berdasarkan pada riwayat-riwayat dari Nabi Muhammad SAW dan para sahabat.

2. Tafsir Bil Ra'yi : Tafsir yang berdasarkan pada pendapat dan ijtihad ulama.

3. Tafsir Isyari : Tafsir yang menggunakan metode isyarat dan petunjuk untuk memahami makna Al-Quran.

Takwil :

Takwil adalah proses penafsiran Al-Quran yang lebih mendalam dan luas, dengan mempertimbangkan konteks dan tujuan Al-Quran. Takwil dapat dibagi menjadi dua jenis:

1. Takwil Tafsiri : Takwil yang berfokus pada penafsiran kata-kata dan kalimat Al-Quran.

2. Takwil Iqdami : Takwil yang berfokus pada penafsiran makna dan tujuan Al-Quran secara keseluruhan.

Kaidah-kaidah Istilah :

1. Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab : Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab, sehingga penafsiran harus berdasarkan pada bahasa Arab.

2. Al-Quran memiliki makna yang jelas dan samar : Al-Quran memiliki makna yang jelas dan samar, sehingga penafsiran harus mempertimbangkan kedua aspek ini.

3. Al-Quran tidak bertentangan dengan dirinya sendiri: Al-Quran tidak bertentangan dengan dirinya sendiri, sehingga penafsiran harus mempertimbangkan keserasian antara ayat-ayat Al-Quran.

 

F. Ilmu Ilmu Yang Di perlukan Untuk Mentafsirkan Alquran

Ilmu-ilmu Al-Quran yang diperlukan :

1. Ilmu Nahwu : Ilmu tata bahasa Arab Al-Quran.

2. Ilmu Balaghah : Ilmu keindahan bahasa dan sastra Al-Quran.

3. Ilmu Qira'at : Ilmu bacaan dan variasi bacaan Al-Quran.

4. Ilmu Asbabun Nuzul : Ilmu latar belakang turunnya ayat-ayat Al-Quran.

5. Ilmu Tafsir : Ilmu penafsiran Al-Quran.

Dengan memahami ilmu-ilmu Al-Quran dan kaidah-kaidah istilah, kita dapat memahami Al-Quran dengan lebih baik dan lebih mendalam. 

 

G. Riwayat Hidup Ulama Ulama AlQuran

         Ulama-ulama Al-Quran adalah tokoh-tokoh besar dalam sejarah Islam yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam memahami dan menafsirkan Al-Quran. Berikut beberapa di antaranya:

Ulama Qira'at

- Utsman ibn Sa'id : Lahir di Denia, Spanyol pada tahun 372 H/982 M, meninggal pada tahun 444 H/1062 M. Beliau dikenal sebagai ahli qira'at dan tafsir Al-Quran.

- Abu Amr ibn Al-A'laa : Lahir di Makkah pada tahun 70 H/690 M, meninggal di Kufah pada tahun 154 H/771 M. Beliau adalah salah satu ahli qira'at tujuh yang terkenal.

- Hamzah ibn Habib : Lahir di Kufah pada tahun 80 H/700 M, meninggal pada tahun 156 H/773 M. Beliau adalah salah satu ahli qira'at tujuh yang terkenal ¹.

Ulama Tafsir

- Imam Al-Tabari: Lahir pada tahun 224 H/839 M, meninggal pada tahun 310 H/923 M. Beliau adalah penulis Tafsir Al-Tabari, salah satu tafsir Al-Quran yang paling terkenal.

- Imam Al-Zamakhshari : Lahir pada tahun 467 H/1075 M, meninggal pada tahun 538 H/1144 M. Beliau adalah penulis Al-Kashshaf, salah satu tafsir Al-Quran yang paling terkenal.

- Imam Al-Razi : Lahir pada tahun 543 H/1149 M, meninggal pada tahun 606 H/1210 M. Beliau adalah penulis Tafsir Al-Razi, salah satu tafsir Al-Quran yang paling terkenal.

Ulama Hadits

- Imam Bukhari : Lahir pada tahun 194 H/810 M, meninggal pada tahun 256 H/870 M. Beliau adalah penulis Sahih Bukhari, salah satu kitab hadits yang paling terkenal.

- Imam Muslim : Lahir pada tahun 204 H/820 M, meninggal pada tahun 261 H/875 M. Beliau adalah penulis Sahih Muslim, salah satu kitab hadits yang paling terkenal.

- Imam Ahmad ibn Hanbal : Lahir pada tahun 164 H/780 M, meninggal pada tahun 241 H/855 M. Beliau adalah penulis Musnad Ahmad, salah satu kitab hadits yang paling terkenal ².