(09 Apr 2026 | 11:33)

Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring

Penulis :dr. Andreas Kurniawan, Sp. kJ

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit : 2023

Kota tempat terbit : Jakarta

Jumlah halaman : 212

Kategori : Motivasi

ISBN  : 978-602-06-7467-4

ISBN DIGITAL : 978-602-06-7468-1


 

Buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring adalah sebuah bacaan reflektif yang mengangkat tema tentang kehilangan, kesedihan, dan proses penyembuhan diri dengan cara yang sederhana namun sangat menyentuh. Buku ini menceritakan pengalaman seorang pria yang sedang berada dalam fase duka mendalam. Menariknya, penulis tidak menggambarkan duka melalui peristiwa besar atau drama yang berlebihan, melainkan melalui kegiatan sehari-hari yang tampak sepele, yaitu mencuci piring. Aktivitas mencuci piring dalam buku ini menjadi simbol bagaimana seseorang bisa bertahan di tengah luka batin. Di saat hidup terasa hancur dan hati penuh beban, tokoh dalam buku ini menemukan ketenangan melalui rutinitas kecil yang membuatnya tetap terhubung dengan kenyataan. Dari situlah pembaca diajak memahami bahwa proses pulih tidak selalu harus dimulai dari hal besar, tetapi bisa dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan dengan kesadaran dan kesabaran.

 

Keunggulan buku ini terletak pada gaya penulisannya yang ringan, mengalir, dan mudah dipahami, sehingga cocok dibaca oleh siapa saja. Walaupun temanya berat, buku ini tidak membuat pembaca merasa tertekan, justru memberikan rasa ditemani, seolah-olah penulis sedang berbicara secara pelan kepada pembaca bahwa rasa sedih adalah hal yang wajar. Buku ini juga mengajarkan bahwa duka bukan sesuatu yang harus segera diselesaikan atau dipaksa hilang, melainkan perlu diterima sebagai bagian dari perjalanan hidup. Bagi saya sebagai seorang guru, buku ini sangat relevan karena mengingatkan kita tentang pentingnya empati. Kita sering bertemu anak-anak atau orang-orang di sekitar kita yang tampak baik-baik saja, padahal sedang menyimpan luka yang tidak terlihat. Melalui buku ini, kita belajar bahwa kadang orang tidak membutuhkan nasihat panjang, tetapi membutuhkan ruang untuk dimengerti dan didengarkan. Oleh karena itu, buku ini layak dibaca karena tidak hanya memberikan pelajaran tentang cara menghadapi duka, tetapi juga mengajarkan kita untuk lebih memahami diri sendiri dan orang lain. Buku ini sederhana, namun penuh makna, dan dapat menjadi teman yang menenangkan bagi siapa saja yang sedang merasa lelah secara emosional.