Judul Buku : Aku Wariskan Moral Bagi Anakku
Penulis : Miftahul Jinan
Penerbit : Fillia Press
Tahun Terbit : 2009
Kota tempat terbit : Sidoarjo
Jumlah Halaman : 158
Kategori : Non Fiksi
ISBN : 979-422-269-0
Buku ini diterbitkan berangkat dari keresahan bahwa banyak orang tua yang terlalu fokus mempersiapkan warisan materi, namun melupakan warisan yang paling esensial yaitu moral atau karakter. Diluar sana banyak orang tua yang sudah mulai memikirkan apa yang dapat diwariskan kepada anak-anaknya. Warisan rumah, tanah, saham, perusahaan, tabungan, atau pendidikan memang diperlukan oleh anak-anak. Namun tanpa adanya moral atau karakter yang diwariskan kepada mereka, maka seluruh warisan di atas seringkali menjadi fitnah bagi anak anak. Penulis menegaskan bahwa harta tanpa moral akan habis, namun moral tanpa harta akan membuat seseorang mampu bertahan dan membangun kehormatan.
Buku ini sering direkomendasikan sebagai bacaan wajib bagi orang tua yang ingin fokus pada pembentukan karakter anak sebagai aset masa depan yang paling berharga. Buku ini dapat dijadikan panduan praktis untuk orang-tua dan guru memulai pembentukan moral atau karakter anak-anak.
Dalam buku ini, penulis menyajikan tahapan perkembangan moral atau karakter anak yang lebih mudah dipahami oleh orang tua dan guru. Penulis membagi proses pendidikan moral ke dalam beberapa pendekatan praktis yaitu Keteladanan (Uswah), Orang tua harus menjadi model nyata bagi nilai-nilai yang ingin diajarkan, Pembiasaan : Moral tidak tumbuh lewat teori, melainkan melalui rutinitas harian yang konsisten. Dialog dan Logika: Mengajak anak berdiskusi mengapa sebuah tindakan dianggap baik atau buruk, sehingga mereka memiliki pemahaman yang mendalam (bukan sekadar patuh).
Gaya penulisan buku ini adalah "Heart-to-Heart" (dari hati ke hati). Pembaca akan merasa sedang dinasihati dengan lembut namun tetap mendapatkan panduan logis tentang cara membangun moral anak. Buku ini terasa menuntun pembacanya untuk menjalankan misi Rasulullah SAW dalam menyempurnakan akhlak untuk lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu kelebihan buku ini penulis menyajikan panduan praktis sekaligus filosofis bagi orang tua dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada anak sejak dini. Penulis menekankan bahwa di tengah gempuran perubahan zaman dan degradasi etika, warisan terbaik yang bisa diberikan orang tua bukanlah harta benda, melainkan karakter dan akhlak yang mulia.
Secara visual, buku ini memiliki ciri khas desain yang sederhana namun sarat makna, tipikal buku-buku parenting Islami pada masanya. Penyajian seperti ini menjadikan buku ini bukan hanya sebagai sumber belajar, tetapi juga sebagai media hiburan yang edukatif. Penulis menekankan bahwa tugas utama orang tua bukan sekadar memberi makan dan biaya sekolah, melainkan menjadi "arsitek" karakter anak. Moral adalah modal utama agar anak mampu membedakan yang benar dan salah di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks. Penulis juga menyisipkan pesan bahaya fokus pada materi semata. Jika anak hanya dibekali materi tanpa moral yang kuat, ada risiko besar mereka akan menjadi pribadi yang manja, tidak mandiri, bahkan dapat menyalahgunakan warisan orang tuanya untuk hal-hal yang merusak diri sendiri.
Refleksi :
Buku ini merupakan panduan praktis yang mengajak orang tua untuk melakukan introspeksi. Penulis membuat pembacanya berkaca: "Apa yang akan diingat anak tentang saya saat saya tiada nanti?" Apakah hanya tentang fasilitas yang saya berikan, atau tentang integritas dan prinsip hidup yang saya ajarkan? Pesan utamanya adalah: "Hadiah terbaik yang bisa diberikan orang tua kepada anaknya bukanlah harta, melainkan karakter dan adab yang mulia."
Buku ini bukan sekadar panduan parenting, tapi sebuah ajakan untuk melakukan revolusi niat dalam berkeluarga. Warisan moral adalah warisan yang tidak akan habis dimakan zaman dan tidak akan susut karena inflasi.