Oleh Ni’matus Sholihah, S.Pd.
Judul Buku : Washiyatul Musthofa: Nasehat Rasulullah saw kepada Sayyidina Ali
Penulis : Syaikh Abdul Wahbab Asy Sya’roni
Penerjeman : Ahmad Najeh
Penerbit : TOKO IMAM Surabaya
Tahun Terbit : 2018
Kota tempat terbit: Surabaya
Jumlah Halaman : 74
Kategori : Non Fiksi
Buku Wasiyatul Musthofa (الوصية المصطفى) versi terjemah bahasa Indonesia oleh Ustaz Ahmad Najeh ini memuat nasihat Rasululllah kepada Sayyidna Ali, sebagai sahabat sejak kecil, sekaligus sebagai menantu. Buku ini bisa dijadikan sebagai pedoman pembentukan karakter, penyucian jiwa (tazkiyatun nufs), dan etika beribadah sehari-hari. Isinya memuat akhlak, keimanan, ibadah, serta panduan kehidupan. Bahasanya cukup lugas, macam bahasa orang tua yang digunakan dalam menasihati anak kecil, sehingga mudah dipahami.
Berikut ringkasan nasihat-nasihat Rasulullah:
1. Pentingnya Rezeki Halal dan Bahaya Makanan Syubhat dan Haram.
Selalu konsumsi makanan dan rezeki dari sumber yang halal. Rezeki halal melembutkan hati, membersihkan jiwa, dan membuat doa-doa kita cepat dikabulkan. Hindari harta yang syubhat (belum jelas kehalalannya) dan haram. Harta haram dapat menggelapkan hati, melemahkan niat ikhlas, dan menghalangi terkabulnya doa.
2. Mendekat kepada Ulama
Mendengar dan mengamalkan nasihat ulama adalah penawar hati. Menjauhi nasihat orang berilmu bisa membuat hati menjadi keras dan buta dari ketaatan.
3. Mengamalkan Isi Al-Qur'an
Membaca Al-Qur'an tidak cukup hanya di lisan, tetapi harus diimbangi dengan mengamalkan peraturannya: menjalankan apa yang dihalalkan dan menjauhi apa yang diharamkan.
4. Menjaga Kesucian dan Wudhu
Sempurnakanlah wudhu sebelum beribadah dengan penuh ketelitian, serta hindari bersikap boros menggunakan air.
5. Mengutamakan Shalat Berjamaah
Jaga shalat lima waktu secara berjamaah. Shalat berjamaah adalah wujud nyata rasa cinta dan ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT.
6. Menghidupkan Amalan Hari Jumat
Manfaatkan keistimewaan hari Jumat, salah satunya dengan mandi sunnah Jumat dan memperbanyak amalan kebaikan sebagai penghapus dosa-dosa kecil.
7. Menjaga Lisan dan Kejujuran
Biasakan diri untuk senantiasa berkata jujur dan menjaga lisan dari fitnah, ghibah, atau kebohongan demi mencari keuntungan dunia.
8. Memilih Lingkungan dan Teman yang Baik
Bergaullah dengan orang-orang yang membawa pengaruh positif. Teman yang baik akan saling mengingatkan dalam kebaikan dan menjaga kehormatan saudaranya.
10. Memperbanyak Dzikir, Doa, dan Istighfar
Biasakan mengingat Allah melalui dzikir harian dan memohon ampunan (istighfar) agar hati senantiasa tenang dan terbebas dari kelalaian.
Implikasi praktis:
Siapa pun yang menjaga dan mengamalkan pesan-pesan di atas, akan memperoleh: