Washiyatul Musthofa: Nasehat Rasulullah saw kepada Sayyidina Ali

29 Oct 2026 • 08:59 WIB
Washiyatul Musthofa: Nasehat Rasulullah saw kepada Sayyidina Ali

Oleh Ni’matus Sholihah, S.Pd.

Judul Buku : Washiyatul Musthofa: Nasehat Rasulullah saw kepada Sayyidina Ali

Penulis : Syaikh Abdul Wahbab Asy Sya’roni

Penerjeman : Ahmad Najeh

Penerbit : TOKO IMAM Surabaya

Tahun Terbit : 2018

Kota tempat terbit: Surabaya

Jumlah Halaman : 74

Kategori : Non Fiksi

 

              Buku Wasiyatul Musthofa (الوصية المصطفى) versi terjemah bahasa Indonesia oleh Ustaz Ahmad Najeh ini memuat nasihat  Rasululllah kepada Sayyidna Ali, sebagai sahabat sejak kecil, sekaligus sebagai menantu. Buku ini bisa dijadikan sebagai pedoman pembentukan karakter, penyucian jiwa (tazkiyatun nufs), dan etika beribadah sehari-hari. Isinya memuat akhlak, keimanan, ibadah, serta panduan kehidupan. Bahasanya cukup lugas, macam bahasa orang tua yang digunakan dalam menasihati anak kecil, sehingga mudah dipahami.

Berikut ringkasan nasihat-nasihat Rasulullah: 

1. Pentingnya Rezeki Halal dan Bahaya Makanan Syubhat dan Haram.

Selalu konsumsi makanan dan rezeki dari sumber yang halal. Rezeki halal melembutkan hati, membersihkan jiwa, dan membuat doa-doa kita cepat dikabulkan. Hindari harta yang syubhat (belum jelas kehalalannya) dan haram. Harta haram dapat menggelapkan hati, melemahkan niat ikhlas, dan menghalangi terkabulnya doa.

2. Mendekat kepada Ulama

Mendengar dan mengamalkan nasihat ulama adalah penawar hati. Menjauhi nasihat orang berilmu bisa membuat hati menjadi keras dan buta dari ketaatan.

3. Mengamalkan Isi Al-Qur'an

Membaca Al-Qur'an tidak cukup hanya di lisan, tetapi harus diimbangi dengan mengamalkan peraturannya: menjalankan apa yang dihalalkan dan menjauhi apa yang diharamkan.

4. Menjaga Kesucian dan Wudhu

Sempurnakanlah wudhu sebelum beribadah dengan penuh ketelitian, serta hindari bersikap boros menggunakan air.

5. Mengutamakan Shalat Berjamaah

Jaga shalat lima waktu secara berjamaah. Shalat berjamaah adalah wujud nyata rasa cinta dan ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT.

6. Menghidupkan Amalan Hari Jumat

Manfaatkan keistimewaan hari Jumat, salah satunya dengan mandi sunnah Jumat dan memperbanyak amalan kebaikan sebagai penghapus dosa-dosa kecil.

7. Menjaga Lisan dan Kejujuran

Biasakan diri untuk senantiasa berkata jujur dan menjaga lisan dari fitnah, ghibah, atau kebohongan demi mencari keuntungan dunia.

8. Memilih Lingkungan dan Teman yang Baik

Bergaullah dengan orang-orang yang membawa pengaruh positif. Teman yang baik akan saling mengingatkan dalam kebaikan dan menjaga kehormatan saudaranya.

10. Memperbanyak Dzikir, Doa, dan Istighfar

Biasakan mengingat Allah melalui dzikir harian dan memohon ampunan (istighfar) agar hati senantiasa tenang dan terbebas dari kelalaian.

 

Implikasi praktis:

Siapa pun yang menjaga dan mengamalkan pesan-pesan di atas, akan memperoleh:

  • Kehidupan yang terpuji dan tenteram di dunia.   
  • Kematian dalam keadaan syahid.
  • Kebangkitan di hari kiamat bersama golongan ahli fikih dan ilmu (faqih wal 'alim).