Bermain itu Penting

29 Oct 2026 • 10:19 WIB
Bermain itu Penting

Oleh : LILA PRASANTI

Judul :  Bermain itu Penting

Penulis :  DR. Seto Mulyadi 

Penerbit :  Elex Media Komputindo

Kota Penerbit :  Jakarta

Tahun Terbit :  1997

Jumlah Halaman :  102

ISBN :  979-20-0164-6


Ingatkah kita betapa indahnya bermain dengan balok-balok kayu, atau memanfaatkan pelepah pisang untuk membuat aneka mainan. Kita lari berkejar-kejaran sambil teriak gembira, bermain berpura-pura menjadi dokter, tukang masak, insinyur bangunan, dan sebagainya. Semuanya meninggalkan kesan yang terekam indah dalam catatan kehidupan kita. Lalu bagaimana kita sekarang? Kesibukan demi kesibukan rasanya terus mengalir memenuhi hari-hari kita. Kita terkungkung oleh pekerjaan sehari-hari yang menumpuk. Kita menjadi sangat serius, tegang, dan akhirnya sering menganggap kegiatan bermain hanya buang waktu saja. Sungguh menyedihkan jika para orang tua menerapkan ini pada anak-anaknya. Saat anak mengajak bermain, orang tua cemberut dan menjawab,”Aduh, mama capek!”. atau,”Papa lagi sibuk!”. Menyedihkan jika kacamata orang tua yang menganggap kegiatan bermain itu tak lagi penting, melelahkan, membuang waktu saja, tanpa ada korelasi antara bermain dan belajar.

Buku ini mengajak pembaca untuk memandang kegiatan bermain sebagai bagian yang bermakna dalam proses tumbuh kembang anak, bukan sekadar kegiatan pengisi waktu luang. Di dalam buku ini dibahasa pengertian bermain, manfaatnya bagi perkembangan jiwa anak, jenis kegiatan bermain anak, kegiatan bermain sesuai dengan tahap perkembangan usia anak, serta peranan penting orang tua dalam kegiatan bermain bersama anak.

Apa itu bermain? Salah satu kuncinya adalah kegiatan yang menyenangkan. Para ahli sering mengatakan bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Para ahli juga mengatakan bahwa bermain pada anak merupakan sarana untuk belajar. Menurut Garvey ada lima karakteristik bermain, yaitu:

  1. Bermain merupakan sesuatu yang menyenangkan dan memiliki nilai positif bagi anak.
  2. Bermain didasari motivasi yang muncul dari dalam.
  3. Bermain sifatnya spontan dan sukarela, bukan merupakan kewajiban.
  4. Bermain senantiasa melibatkan peran aktif dari anak.
  5. Bermain memiliki hubungan sistematik dengan sesuatu yang bukan bermain seperti kemampuan kreatif, memecahkan masalah, kemampuan berbahasa, memperoleh teman, dsb.

Bermain dapat merangsang perkembangan motorik, sosial, emosi, kreativitas anak. Bermain juga menjadi terapi bagi anak. 

Buku ini memberikan pesan yaitu pentingnya memberikan kesempatan kepada anak untuk bermain sebagai bagian dari proses pendidikan. Anak dapat belajar mengenal lingkungan, memecahkan masalah, bekerja sama, dan mengekspresikan perasaannya melalui kegiatan bermain. Pemikiran tersebut relevan bagi orang tua maupun guru agar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan anak untuk belajar dengan cara yang menyenangkan. Dengan memberikan kesempatan bermain yang cukup, anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, mandiri, percaya diri, dan mampu menjalin hubungan baik dengan orang lain.

Buku Bermain Itu Penting mengingatkan kita bahwa masa kecil adalah waktu yang berharga, yang tak akan terulang kembali. Biarkan anak-anak belajar sambil tertawa, tumbuh melalui pengalaman, dan menemukan dunia dengan rasa ingin tahu mereka. Sebab, di balik permainan yang tampak sederhana, ada pelajaran kehidupan yang luar biasa dan di balik tawa seorang anak, ada benih masa depan yang sedang tumbuh. Mari memberi anak bukan hanya kesempatan untuk menjadi pintar, tetapi juga kebebasan untuk menikmati indahnya masa kecil.