Surabaya, 12 Januari 2026 — Siswa kelas 6 SD Al Hikmah Surabaya hari ini mulai mengikuti PSAJ (Penilaian Sumatif Akhir Jenjang) yang berlangsung selama dua hari, 12–13 Januari 2026. Berbeda dari ujian tulis, PSAJ kali ini dilaksanakan bersifat praktik untuk menilai capaian pembelajaran pada mata pelajaran SBDP dan PKn dengan fokus penguatan kreativitas, literasi digital, dan kemampuan komunikasi.
Pelaksanaan ujian disusun dalam beberapa tahapan. Pertama, siswa diberi tugas browsing di internet untuk mencari informasi terkait budaya rumah adat dari berbagai daerah di Indonesia. Tahap ini menekankan kemampuan literasi digital sekaligus pemahaman siswa terhadap keragaman budaya Nusantara.
Tahap kedua, siswa diminta mengumpulkan bahan dari rumah untuk dibawa ke sekolah. Bahan yang dipakai diarahkan berasal dari material ramah lingkungan dan mudah ditemukan di sekitar, kemudian diolah menjadi maket rumah adat sesuai pilihan masing-masing siswa.
Tahap terakhir adalah presentasi karya di hadapan guru penguji. Siswa memaparkan konsep maket, proses pembuatan, serta nilai budaya dan kebangsaan yang terkandung dalam rumah adat yang dibuat.
Guru penguji, Ustad Anwar Musyadat, mengatakan PSAJ praktik ini tidak hanya mengukur pemahaman siswa dari sisi pengetahuan. “Tes ini selain untuk menguji pengetahuan kognitif siswa juga untuk meningkatkan ketrampilan komunikasi, berpikir kritis, dan kreativitas,” ujarnya.
Melalui PSAJ berbasis praktik, sekolah mendorong siswa menunjukkan kompetensi secara utuh—mulai dari kemampuan mencari informasi, merancang dan berkarya, hingga menyampaikan gagasan secara terstruktur di depan penguji.