Surabaya, 31 Januari 2026 - SD Al Hikmah hari ini menggelar kegiatan parenting khusus bagi wali murid kelas 4 dengan tema “Screen Time to Family Time”. Berbeda dari parenting sebelumnya, kegiatan kali ini menghadirkan orang tua bersama putra-putri mereka dalam satu ruangan. Konsep ini sengaja dirancang agar anak-anak ikut memahami secara langsung pentingnya membatasi penggunaan gawai dan tidak terjebak pada pemakaian HP secara berlebihan.
Sebelum memasuki acara inti, Kepala SD Al Hikmah, Ustazah Deni, menyampaikan sambutan yang membuka wawasan para peserta. Dalam sambutannya, beliau memaparkan hasil survei yang cukup mencengangkan, yakni penggunaan internet di masyarakat telah mencapai angka hingga 99 persen. Lebih mengejutkan lagi, akses internet paling banyak dilakukan dari rumah. Fakta ini menjadi dasar pentingnya pelaksanaan parenting kali ini, karena rumah adalah lingkungan utama anak dalam menggunakan gawai.
Menurut Ustazah Deni, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius bagi para orang tua. Tanpa pendampingan dan kesadaran bersama, penggunaan gawai di rumah berpotensi mengurangi kualitas interaksi keluarga.
Memasuki sesi utama, SD Al Hikmah menghadirkan trainer ternama, Andre Suyanto, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya mengubah kebiasaan dari screen time menjadi family time. Orang tua diajak untuk lebih bijak dalam mengatur penggunaan HP dan perangkat elektronik lainnya, serta mengalihkannya menjadi momen komunikasi hangat bersama keluarga.
Suasana semakin hidup ketika pemateri mengajak peserta mengikuti sebuah permainan interaktif yang melibatkan orang tua dan anak. Dalam game tersebut, orang tua dan anak diminta menjawab beberapa pertanyaan yang sama secara terpisah, kemudian hasil jawaban mereka dicocokkan. Kegiatan ini bertujuan untuk menyinkronkan antara harapan orang tua dengan keinginan anak.
Melalui permainan sederhana namun bermakna ini, para peserta menyadari bahwa sering kali orang tua dan anak memiliki pemahaman yang berbeda satu sama lain. Dari sinilah muncul momen refleksi yang menyentuh, sekaligus menjadi titik awal untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka di rumah.
Dengan pendekatan yang komunikatif dan interaktif, Andre Suyanto memberikan pemahaman bahwa kebersamaan keluarga tidak dapat tergantikan oleh layar gawai. Kegiatan parenting ini diharapkan mampu menjadi langkah awal bagi orang tua dan anak untuk membangun kebiasaan baru di rumah, yakni memperbanyak interaksi, percakapan, dan kebersamaan tanpa distraksi layar.