Judul Buku : 10 Sikap Positif Menghadapi Kesulitan Hidup
Penulis : Abu Abdurrahman Qowiy
Penerbit : PT. Remaja Rosdakarya
Tahun Terbit : Cetakan pertama September 2001
Cetakan kedua Februari 2003
Kota tempat terbit : Bandung
Jumlah Halaman : 236
Kategori : Non Fiksi
ISBN : 979-692-118-9
Buku ini menemukan saya di saat yang paling tepat. Beberapa bulan yang lalu, saat saya
merasa sangat kewalahan dengan pekerjaan dan masalah keluarga, saya membaca buku
karya AA. Qowiy dan menemukan cara mengatasinya.
Buku ini menjelaskan bahwa dalam hidup perlu diperhatikan keterampilan menghadapi
masalah. Terhadap masalah yang sama, orang bisa berbeda-beda menyikapinya. Bagi orang
yang paling terampil dalam menyikapi hidup ini, setiap masalah efektif bisa menjadi penambah
wawasan, penambah keilmuan, kematangan pribadi, kedewasaan, bahkan bisa menjadi jalan
kedekatan dengan Allah yang berbuah kemuliaan di dunia maupun di akhirat nanti.
Buku 10 sikap postitif menghadapi kesulitan hidup diantaranya:
1. tegar menghadapi kesulitan
2. mengambil hikmah kesulitan
3. gigih mencari ilmu
4. berani mengambil risiko
5. tenang dalam bertindak
6. membiasakan diri bekerja keras
7. menikmati indahnya kesulitan
8. menjalin kerja sama saling menguntungkan
9. tekun berdoa kepada Allah
10. mengembangkan sikap tawakal
Dalam 10 sikap tersebut dapat menjadi sarana peningkatan keterampilan kita menghadapi
kesulitan hidup karena tidak ada masalah yang tidak ada solusinya. Seperti dalam Quran surat
Al Thalaq ayat 2 yang artinya “Barangsiapa yang benar-benar bertaqwa kepada Allah, maka
Dia jadikan baginya jalan keluar.”
Penulis berharap buku ini menjadi bagian dari pertolongan Allah bagi hamba-hamba yang ingin
berhasil menyikapi hidup ini dengan cara terbaik. Allah menciptakan hidup manusia tidak datar,
namun berliku. Antara nikmat dan kesulitan itu, keduanya saling kejar-mengejar memenuhi
lembaran hidup manusia.
Buku ini ditulis oleh penulis dalam rangka membangun sikap mental yang positif dalam
menghadapi masalah hidup. Materi 10 sikap positif menempati porsi bahasan yang paling
dominan, satu demi satu sikap diuraikan hingga lengkap sepuluh sikap. Dari segi tema bahasan
yang dikemukakan tidak ada yang baru, menyuguhkan sesuatu yang sama dengan cara yang
berbeda
Gaya bahasa yang diberikan sangat mudah dimengerti dengan pilihan kata yang disajikan
bagus dan menjadikan pembaca merenungkan setiap kalimat yang diberikan dengan beberapa
penyajian contoh keteladanan nabi dan kehidupan zaman Rasul yang bisa diambil hikmahnya,
diantaranya:
1. Ketegaran Nabi Musa as. terhadap raja Fira’un yang merupakan tiran yang sangat kuat,
menguasai imperium Mesir. Sedemikian kuatnya hingga dia menyebut dirinya sebagai
Tuhan bagi rakyatnya. Selain itu Fir’aun Adalah kaisar yang kejam. Seberat apapun bentuk
kesulitan yang kita hadapi, kadarnya tidak melebihi kesulitan yang dihadapi Nabi Musa as
yang tidak mengeluh, melemah, atau protes pada Allah, layakkah kita sombong dengan
kesulitan yang kita hadapi?padahal semua itu di mata Sejarah tidak ada pa-apanya.
2. Thalut dan Pengikutnya. Dalam Al Quran , sikap orang-orang yang penuh ragu ini
dicontohkan pada diri Bani Israil di masa Thalut. Kisah mereka diceritakan dalam Quran
surat Al Baqarah ayat 246-252. Para pembesar Bani Israil berinisiatif berperang melawan
jalut dan tentaranya, padahal Allah tidak memerintahkannya. Kemudian saat perintah
perang itu datang, sebagin besar mereka malah berpaling. Hanya sediki yang kemudian
menyertai Thalut dan mengabadikan ketegaran sebagian kecil yang berangkat berperang
itu dalam Al-Quan Surat Al Baqarah aat 249 - 250.
3. Figur keteladanan keluarga Abu Thalhah dan istrinya Ummu Sulaim. Ketika Abu Thalhah
pergi, putranya sakit mendadak dan akhirnya meninggal. Ummu Sulaim tidak langsung
menceritakan kepada saminya tersebut, dia melayani suaminya menghidangkan makanan
sampai terjadilah hubungan suami istri. Saat suaminya sudah lebih tenang, dia baru
memberitahukan bahwa anaknya telah meninggal. Dari hasil hubungan tersebut dengan
doa Rasulullah untuk diberikannya keberkahan kepada keduanya, maka lahirlah seorang
bayi diberi nama Abdullah oleh Rasulullah sendiri. Menurut riwayat Abdullah ini kemudian
mempunyai sembilan anak dan seluruhnya hafal Al-Quran. Demikian gambaran betapa
tegarnya sikap seorang mukmin. Menikmati kesulitan hidup dengan penuh keikhlasan dan
ridha akan membantu meringankan beban berat yang masih ditanggung, dan akan
membawa kita pada keberkahan Allah.
Dalam buku ini banyak diungkap bahwa keberanian bertempur dengan kesulitan dengan
sebaik-baik sikap akan menentukan derajat hidup di dunia ini, maka hal yang sama berlaku juga
ketika kita menginginkan hidup sejahtera di akhirat, di sisi Allah Al-Karim kelak. Sungguh Allah
akan membuka pintu surga kepada orang yang telah sukses menaklukan kesulitan hidup
dengan cara yang sebaik-baiknya.
Tidak akan takut pada Allah, orang yang tidak dekat kepada-Nya. Tidak akan dekat pada Allah,
orang yang tidak mengenal-Nya. Tidak akan kenal seseorang pada Allah, jika dia tidak sering
menjalin komunikasi dengan-Nya. Tidak akan giat kita berkomunikasi dengan Allah jika kita
tidak membutuhkan bantuan-Nya dan tidak akan kita butuh bantuan Allah jika tidak dihadapkan
pada kesulitan-kesulitan. Jadi antara takut dan pengalaman bertempur melawan kesulitan itu
adalah dua hal yang kait mengait.
Refleksi:
Buku ini adalah panduan praktis untuk mengubah tantangan dan kegagalan menjadi batu
loncatan. Buku ini mengajarkan bahwa respons mental kita terhadap masalah jauh lebih
menentukan kualitas hidup daripada masalah itu sendiri. Buku ini dapat membangun sikap
mental yang positif dalam menghadapi masalah hidup. Karena pada dasarnya awal dari
kesulitan-kesulitan itu lebih disebabkan oleh sikap keliru kita sendiri. Sikap yang benar akan
menghasilkan hasil yang benar juga. Kesepuluh sikap ini tentu menjadi masukan yang
bermanfaat dan menawarkan suatu konsep teori yang sempurna terutama berdaya
menyelesaikan semua permasalahan kemanusiaan.
Buku ini sangat layak dimiliki dan ditelaah oleh seseorang yang ingin berhasil mengubah
kesulitan menjadi kemenangan. Dan menjadikan kesulitan sebagai awal dari kemudahan hidup,
serta menjadikan buku pegangan untuk keluar dari kesulitan.