Judul Buku : Financial Parenting; Menjadikan Anak Cerdas dan Cermat Mengelola Uang
Penulis : Seto Mulyadi (Kak Seto), Lutfi Trizki
Penerbit : CV. Noura Books,
Tahun Terbit : 2012
Kota tempat terbit : Jakarta
Jumlah Halaman : 184 pages
Kategori : Non Fiksi
ISBN : 9786029498813
Resensi:
Kecerdasan finansial merupakan hal penting yang harus dimiliki anak dan orangtua. Membangun perilaku dan kebiasaan positif anak yang tumbuh seiring kedewasaan dalam hal kemandirian finansial maupun persiapan dini untuk kehidupan masa depan yang terencana, harus menjadi perhatian utama orangtua sekarang ini.
Banyak orangtua lupa mengajarkan kecerdasan finansial pada anak. Efeknya tidak akan dirasakan sekarang, melainkan di masa depan. Anak yang tidak memiliki pengelolaan keuangan yang baik sudah dapat dibayangkan masa depannya seperti apa, dari contoh nyata yang kita temui sehari-hari misalnya sikap impulsif dalam belanja, terjerat pinjol dan tidak memiliki dana darurat maupun investasi.
Mendidik anak tentang uang tidak hanya mengajarkan anak cara mengelola uang sakunya, dan membentuk kebiasaan finansial yang baik sejak dini. Kecerdasan finansial mengajarkan anak untuk mengambil keputusan atas keuangannya secara tanggung jawab dan percaya diri.
Melalui buku ini, kita dapat belajar banyak tentang prinsip keuangan yang di pegang orangtua, bagaimana orang tua memandang, “memberlakukan” nilai uang serta refleksi riwayat keuangan orang tua dulu dibesarkan. Kita akan mendapatkan pelajaran step by step tentang bagaimana cara orang tua menanamkan nilai-nilai keuangan keluarga kepada anak.
Memperhatikan sumber keuangan anak merupakan langkah awal yang bisa diambil orangtua. Sumber keuangan anak meliputi: uang jajan,uang saku, hadiah, uang pinjaman maupun upah bekerja di rumah. Setelah mengetahui sumber keuangan anak, orangtua diharapkan mengajarkan dan memberi teladan dalam budgeting anggaran sesuai keuangan yang dimiliki anak. Membiasakan anak untuk delayed gratification dan bijak dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan anak sesuai budgeting.
Komunikasi memegang peran penting dalam perencanaan anggaran keuangan keluarga dimasa depan, jika seluruh anggota keluarga diajak untuk memahami nilai uang, sumber keuangan, bagaimana cara budgeting untuk keperluan pendidikan, liburan dan investasi. Kenapa banyak dari kita bersikap impulsives jika memegang uang? Ternyata ada inner child financial yang kita alami waktu anak-anak, entah kita dibesarkan dalam pola ekonomi keluarga yang serba kurang akhirnya ketika kita pegang uang, rasanya ingin memuaskan apa yang dulu belum kita dapatkan. Bisa juga dibesarkan dalam pola ekonomi yang bagus, tiap minta apapun langsung terwujud tanpa delayed.
Pola keuangan itu yang nanti akan diwariskan orangtua dalam sikap bagaimana memandang keuangan, karena anak adalah peniru ulung terhadap apa yang dilihat dan dilakukan oleh orangtua. Jika orangtua memiliki nilai-nilai positif tentang keuangan dan melibatkan anak dalam setiap perencanaan dan pengambilan keputusan tentang anggaran keuangan keluarga anak akan menerapkan itu di kehidupan dewasanya nanti, begitu juga sebaliknya.
Poin penting dalam buku ini salah satunya adalah terkait perencanaan dana pendidikan anak, kalau melihat banyaknya kasus di negara ini, dimana anak usia sekolah banyak yang putus sekolah atau banyak anak yang tidak bisa melanjutkan pendidikan faktor utamanya adalah UANG. Merencanakan mempersiapkan dana pendidikan merupakan hal penting yang harus mulai dipikirkan dan dieksekusi sejak dini.
Refleksi:
Nilai-nilai yang dipegang keluarga merupakan faktor utama yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan anak, begitu juga nilai yang dipegang keluarga atas keuangan. Kita sebagai orang tua sering terjebak dalam segitiga prioritas, dimana kita harus mempersiapkan dana pendidikan bagi anak, dana pensiun bagi kita sendiri, maupun menambah kebutuhan atas orang tua kita yang telah memasuki masa usia tua. Seharusnya yang bisa kita siasati sejak dini kalua tahu ilmunya.
Setelah membaca buku ini, saya banyak belajar tentang bagaimana membuat perencanaan keuangan keluarga, bagaimana mengajarkan, memberi teladan, mendampingi, melibatkan, memberi kepercayaan dan tanggung jawab terhadap setiap keputusan perencanaan keuangan.
Saya mulai mereset ulang pemahaman bahwa anak akan belajar sendiri tentang pengelolaan keuangan. Mewarisi kekayaan merupakan hal lain, tetapi memberikan kecakapan dalam hal pengelolaan kekayaan kepada anak jauh lebih penting. tidak peduli seberapa banyak aset yang saya miliki, memiliki generasi penerus yang cerdas finansial menjadi satu kebangaan kebanggan tersendiri bagi setiap orangtua.