Judul Buku : Dahsyatnya Berperasaan Positif
Penulis : Dr. Ibrahim Elfiky
Penerbit : Zaman
Tahun Terbit : 2010
Kota tempat terbit : Jakarta
Jumlah Halaman : ±288 halaman
Kategori : Non Fiksi
ISBN : 978-979-024-215-7
Perasaan adalah anugerah besar yang sering kali luput dari perhatian kita. Ia hadir sebagai reaksi spontan terhadap pikiran, pengalaman, dan lingkungan. Perasaan bisa mengangkat semangat kita setinggi langit, atau menjatuhkan kita ke jurang keputusasaan. Melalui buku Dahsyatnya Berperasaan Positif, kita akan diajak untuk tidak sekadar berpikir positif, tetapi juga merasa positif. Menurut penulis buku ini, pikiran yang sehat akan menghasilkan perasaan positif, dan perasaan positif akan memandu tindakan menuju keberhasilan dan kebahagiaan.
Buku ini berangkat dari satu premis utama: perasaan adalah pendorong utama perilaku manusia. Pikiran yang positif akan menciptakan perasaan positif, dan perasaan tersebut menjadi energi untuk bertindak secara produktif. Sebaliknya, pikiran negatif melahirkan perasaan negatif, yang sering kali menghambat bahkan menghancurkan potensi kita.
Penulis menjelaskan bagaimana perasaan terbentuk, bagaimana ia memengaruhi logika, dan mengapa terkadang perasaan dapat menguasai pikiran, seperti saat kita cemburu, marah, atau takut. Melalui contoh nyata dan pengalaman hidup, penulis menunjukkan bahwa perasaan tidak boleh diabaikan, melainkan harus dikelola dengan sadar.
Setiap bab dalam buku ini dilengkapi dengan latihan atau tugas praktis yang membantu pembaca mengubah perasaan negatif menjadi positif. Misalnya, pembaca diajak mengingat kembali pengalaman menyenangkan, mengucapkan syukur atas hal-hal kecil, dan melatih diri untuk melihat sisi baik dari setiap kejadian.
Beberapa gagasan utama yang diangkat penulis antara lain:
Buku ini memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya relevan bagi pembaca dari berbagai kalangan:
Refleksi:
Membaca Dahsyatnya Berperasaan Positif terasa seperti duduk bersama seorang sahabat yang memahami kita luar-dalam, lalu membimbing kita untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Penulis tidak menggurui, tetapi mengajak pembaca melihat bahwa setiap perasaan—bahkan yang negatif sekalipun—memiliki pelajaran berharga.
Buku ini membuka mata bahwa terkadang kita terlalu fokus pada berpikir positif, padahal merasa positif adalah bahan bakar yang sesungguhnya. Pikiran positif tanpa perasaan yang mendukung akan cepat padam, sedangkan perasaan positif dapat bertahan lebih lama dan mendorong kita terus maju.
Setiap orang memiliki kendali atas perasaan mereka. Dengan melatih pikiran untuk fokus pada hal-hal positif, kita akan menciptakan perasaan yang mendukung tindakan produktif dan membawa kita menuju hidup yang lebih tenang, bahagia, dan sukses.