(29 Aug 2025 | 13:15)

Parenting Detox

Judul: Parenting Detox

Penulis: Angga Setyawan

Penerbit: Bentang Pustaka

Tahun Terbit: 2022

Jumlah Halaman: ±220 halaman

 

Tema Utama: Detoksifikasi pola asuh yang merusak menuju pola asuh sadar dan sehat.

   

Latar Belakang Penulisan

Buku ini lahir dari keprihatinan penulis terhadap pola asuh yang tanpa disadari menyimpan  luka pengasuhan. Banyak orang tua yang mengulangi pola pengasuhan yang mereka alami dahulu tanpa menyadari bahwa hal tersebut justru melukai anak secara emosional maupun mental. Penulis mengajak para orang tua melakukan detoks atau pembersihan terhadap kebiasaan buruk dalam mengasuh anak.

 

Inti Pemikiran dan Gagasan

1. Konsep Detoks dalam Parenting

Penulis menggunakan istilah “detox” (pembersihan racun) sebagai metafora untuk membersihkan pola asuh yang tidak sehat, seperti:

 

  1. Pola asuh otoriter dan penuh kontrol.
  2. Kekerasan verbal atau fisik yang dianggap “biasa”.
  3. Ekspektasi tinggi tanpa empati.
  4. Mengasuh dengan ego dan luka masa lalu.

 

Menurut penulis, pola-pola ini perlu didetoks agar tidak diturunkan pada anak dan menciptakan generasi terluka selanjutnya.

 

2. Mengenal Luka Pengasuhan (Inner Child)

Penulis menjelaskan pentingnya menyadari luka batin masa kecil (inner child) karena banyak reaksi orang tua terhadap anak bersumber dari luka yang belum disembuhkan. Beberapa tanda luka pengasuhan antara lain:

 

  1. Mudah marah saat anak membuat kesalahan kecil.
  2. Sulit menerima perbedaan atau kemandirian anak.
  3. Sering merasa gagal atau tidak cukup baik sebagai orang tua.

 

Dengan mengenali dan menyembuhkan luka ini, orang tua bisa menjadi lebih sadar dan tidak reaktif dalam mendidik anak.

 

3. Pentingnya Mindful Parenting

Angga mengajak pembaca untuk menerapkan mindful parenting, yaitu:

 

  1. Menyadari emosi diri sebelum merespons anak.
  2. Menghadirkan diri secara utuh ketika bersama anak.
  3. Membangun hubungan berdasarkan empati, bukan dominasi.

 

Orang tua perlu berhenti menjadi "pengontrol" dan mulai menjadi "pendamping" dalam tumbuh kembang anak.



 

Pola Asuh Sadar: Dari Otoriter ke Pendamping

Buku ini menawarkan transisi dari pola asuh konvensional menuju pola asuh sadar yang lebih sehat:

 

  1. Dari menuntut → menjadi mendengar.
  2. Dari menghukum → menjadi membimbing.
  3. Dari memaksa → menjadi memberi pilihan.
  4. Dari ego → menjadi empati.

 

Contoh konkret yang diberikan penulis adalah dalam menghadapi anak yang tantrum. Alih-alih memarahi atau mengancam, orang tua diajak untuk memahami perasaan anak, menenangkan, dan baru kemudian mengarahkan.

 

Praktik Detoks: Langkah Nyata   

Penulis juga menyertakan langkah-langkah praktis detoks parenting, antara lain:

 

  1. Menulis jurnal emosi: Mengenali emosi yang muncul saat mengasuh.
  2. Refleksi masa kecil: Menelusuri pola pengasuhan yang pernah diterima.
  3. Latihan empati: Mencoba memahami sudut pandang anak.

 

Membangun komunikasi positif: Menghindari kata-kata menyakitkan dan menggantinya dengan kalimat dukungan.

 

Mengelola ekspektasi: Menyadari bahwa anak adalah individu, bukan “proyek”.

 

Kekuatan Buku

  1. Ditulis dengan bahasa sederhana dan relatable.
  2. Mengandung banyak contoh konkret kehidupan sehari-hari.
  3. Tidak menghakimi, melainkan mengajak berefleksi.
  4. Diperkuat dengan pendekatan psikologi dan parenting modern.

 

Kesimpulan

Buku “Parenting Detox” adalah panduan reflektif dan praktis bagi para orang tua yang ingin berhenti menjadi "produk luka" dan mulai membentuk hubungan yang sehat dan menyembuhkan dengan anak. Buku ini menyadarkan bahwa menjadi orang tua bukan hanya soal mengajar anak, tapi juga belajar memahami diri sendiri.