Kunjungi Web Kami : Yayasan | TK | SD | SMP | SMA | Boarding School | STKIP Al Hikmah Surabaya
Login | Hubungi kami (031) 8299094

Bermain untuk Belajar di Rumah Pintar

Bermain untuk Belajar di Rumah Pintar

Tak seorang pun tahu perjalanan hidup yang akan ditempuh. Kesiapan  harus diutamakan. Itulah mengapa seorang anak harus diberi bekal ketangguhan dan keberanian dalam hidupnya. Berani bukan berarti tidak punya rasa takut, melainkan punya keberanian untuk melawan rasa takut. 

Dua hari berturut-turut, hari Rabu-Kamis, 02-03 November 2022 murid-murid kelas ll SD Al Hikmah Surabaya diberi bekal ketangguhan melalui pembelajaran outdoor learning berupa outbound. 


Program rutin tersebut dilaksanakan di Puspenerbal Juanda. Tepatnya di Rumah Pintar dan Museum Penerbangan Angkatan Laut. Berbagai permainan yang menantang  sesuai usia murid kelas II disuguhkan tim khusus yang bekerja sama dengan petugas setempat. 
Ketika datang, para murid disambut dengan ramah dan dikenalkan yel-yen yang harus ditirukan para tamu kecil tersebut. Selain itu, mereka diterangkan tentang kedisiplinan. Dengan penuh semangat dan  riang, murid-murid menyimak dan berekspresi sebagaimana  yang dicontohkan.


Berikutnya, mereka diajak masuk ke museum,  menyimak petugas menjelaskan secara

umum bagian pesawat dan fungsinya, pesawat take off hingga landing, cara kerja pilot. Kemudian, mereka diajak memasuki  pesawat. Di dalam pesawat, semua murid duduk tertib dalam pesawat, dijelaskan tata cara naik pesawat.
Setelah mendapatkan wawasan mengenai pesawat dan pangkalan Lanudal terbesar di tanah air tersebut, mereka diberi berbagai tantangan untuk melatih ketangguhan dan keberaniannya. Ada berbagai permainan: flying fox, jembatan goyang, jaring lab-laba, roda gila, dan tali keseimbangan. 
Setiap murid harus ikut seluruh permaian tersebut agar tumbuh keberanian dan kemandiriannya. Satu per satu permaianan tersebut diikuti murid dengan pendampingan karena safety menurut guru menjadi prioritas untuk murid-muridnya.


“Selain untuk melatih keberanian, kecerdasan kognitif bisa optimal jika diimbangi pembelajaran afektif dan psikomotor semacam ini,” terang Ustazah Sularmi selaku Koordinator Jenjang kelas II.


Pembelajaran tak selalu di dalam kelas. Murid-murid harus diberi pengalaman mencoba hal-hal baru yang memang menjadi kebutuhan perkembangannya.

(NS)