Kunjungi Web Kami : Yayasan | TK | SD | SMP | SMA | Boarding School | STKIP Al Hikmah Surabaya
Login | Hubungi kami (031) 8299094

Ujian Tanpa Beban

Ujian Tanpa Beban

Ujian selalu datang setiap kali selesai pembelajaran. SD Al hikmah Surabaya kali ini menyelenggarakan PAS (Penilaian Akhir Semester). Penilaian inilah yang menjadi dasar rujukan apakah siswa mampu memahami atau tidak setiap pelajaran. Ujian ini untuk menguji siswa dalam satu ataupun beberapa kompetensi dasar pelajaran.

Ujian adalah salah satu penentu bagi siswa untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi. Sebagian besar siswa belajar dengan keras untuk mencapai hasil akhir yang maksimal. Karena ujian dapat menentukan kenaikan tingkat atau kelulusan, tak sedikit dari para siswa yang merasa takut, deg-degan, atau bahkan tidak bisa tidur karena terus terpikirkan. Akan tetapi jangan khawatir, SD Al hikmah Surabaya telah menyiapkan siswa-siswinya untuk mengerjakan ujian tanpa beban. Berikut ini adalah tips-tipsnya.

 

Tips Menghadapi Ujian Tanpa Beban

 

1. Berdoa

 

Berdoa merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan kita. Doa adalah sarana komunikasi kepada Allah SWT. Luar biasa Allah memerintahkan kita untuk berdoa, termasuk shalat lima waktu dan shalat sunnah. Sebagaimana yang kita ketahui doa adalah ibadah bagi setiap umat muslim. Rasulullah ? bersabda :

“Doa adalah ibadah”. (HR. Abu Daud, Shahih)

“Berdoalah kepadaKu, niscaya Kukabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang sombong (enggan) beribadah kepadaKu, akan masuk ke neraka jahanam dalam keadaan terhina.” (QS. Ghafir : 60).

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, Rasulullah ? bersabda, “Barang siapa tidak memohon kepada Allah, ia akan dimurkai” (HR. At-Tarmidji dan Ibnu Majah).

Doa Sebelum Ujian Agar Diberi Kemudahan

 

“Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlan.”

Artinya : “Ya Allah! Tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya.”

Oleh karenanya perbanyaklah berdoa di saat senang ataupun susah. Pergunakanlah waktu-waktu mustajabah dalam berdoa. Niscaya doa-doamu pasti akan terkabul.

 

 

2. Belajar dengan tekun

 

Belajar merupakan ikhtiar kita dalam menghadapi ujian. Seseorang ingin pintar atau nilai 100 tanpa mau belajar adalah hal yang mustahil. Oleh karenanya, setiap hari, kita harus belajar dengan sungguh-sungguh secara rutin. Agar bila tiba waktu ujian kita sudah siap menghadapinya. Semakin kita rajin belajar semakin mudah dalam menghadapi ujian tanpa beban. Perintah belajar atau menuntut ilmu ini terdapat dalam Alquran sebagai berikut.

 

Surat al-‘Alaq ayat 1-5 yang artinya

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan-mu yang Menciptakan. Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhan-mulah Yang Maha Mulia. Yang Mengajar (manusia) dengan pena. Dia Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya“.

Juga tertera di hadist yang artnya

“Pelajarilah olehmu ilmu pengetahuan dan pelajarilah pengetahuan itu dengan tenang dan sopan, rendah hatilah kami kepada orang yang belajar kepadanya“. (HR. Abu Nu’aim)

Allah SWT juga memberi kemuliaan beberapa derajat kepada orang yang berilmu dalam surat Al-Mujadalah ayat 11 yang artinya,

“Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu

pengetahuan“.

 

 

3. Minta ridho dan doa restu orang tua

 

Ridho dan doa restu orang tua sangat urgen dalam menghadapi ujian. Ini termasuk adab kita dalam birrul walidain. Jika orang tua ridho kepada anaknya maka orang tua akan mendoakan selalu untuk keberhasilan kita. Doa orang tua kepada anaknya itu tak terhalang. Meminta ridho harus dilakukan dengan sikap merendah dan santun. Salim dan minta ridholah sambil berucap, “Ma atau Pa, saya minta doa restu hari ini saya ujian.” Dan ini sebaiknyalah diucapkan setiap hari sebelum ujian.

Dalam hadist dijelaskan betapa pentingnya ridlo atau restu orang tua dalam setiap kehidupan kita.

 

Artinya: Diceritakan dari Abdillah bin Umar RA., bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda “Ridlo Allah terdapat pada ridlo orang tua, dan murkanya Allah terdapat pada murka orang tua.”

 

4. Kerjakan dengan jujur

 

Yang pertama kita lakukan adalah bismillah niatkan mengerjakan ujian ini dengan jujur. Jujur pada diri sendiri. Karena jujur membawa ketenangan, kedamaian, dan kenyamanan. Jangan ada sedikit pun terbersit di hati kita untuk menyontek atau mencari jawaban di mbah google. Meskipun ujian daring seperti ini banyak kesempatan untuk menyontek atau mencari jawaban dari orang lain.

Ingat Rasulullah saw selalu mengingatkan kita pentingnya kejujuran.  Karena jujur dapat mengantarkan seseorang menuju ke surga.

sebagaimana dalam hadist nabi yang artinya,

"Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud ra., Rasulullah saw. bersabda, “Hendaklah kamu berlaku jujur karena kejujuran menuntunmu pada kebenaran, dan kebenaran menuntunmu ke surga. Dan sesantiasa seseorang berlaku jujur dan selalu jujur sehingga dia tercatat di sisi Allah Swt. sebagai orang yang jujur. Dan hindarilah olehmu berlaku dusta karena kedustaan menuntunmu pada kejahatan, dan kejahatan menuntunmu ke neraka. Dan seseorang senantiasa berlaku dusta dan selalu dusta sehingga dia tercatat di sisi Allah Swt. sebagai pendusta.” (H.R. Muslim)

Juga diriwayatkan dalam hadist bukhari Muslim yang artinya,

“Hendaknya kamu selalu jujur karena kejujuran itu akan membaca kepada kebaikan dan kebaikan itu akan membawa ke dalam surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

5. Berserah diri

 

Jika ujian telah berakhir dan selesai dijalani, maka kamu tinggal menunggu hasil yang telah diperjuangkan. Tetap tenang dan berpikiran positif. Serahkan semua yang telah kita lakukan hanya kepada Allah SWT atau yang biasa disebut bertawakal.

Tawakkal adalah sikap berserah diri kepada Allah SWT setelah semua upaya kita lakukan. Sikap pasrah atas segala kehendak Allah SWT. Menerima dengan ikhlas segala ketentuan dan gantungkan semua kepada Allah SWT. Seperi dalam surat At-Taubah yang artinya

"Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya lah aku bertawakkal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.” – (Q.S At-Taubah: 129)

Itulah beberapa tips yang diajarkan di SD Al Hikmah Surabaya agar kita tenang dan tanpa beban dalam menghadapi ujian. Bukanlah Allah SWT selalu mencatat setiap proses yang kita lakukan? Mencatat setiap peluh tetes keringat yang ke luar setiap upaya menghadapi ujian? Hasilnya kita pasrahkan kepada Allah SWT. Insya Allah jika prosesnya baik, akan baik pula hasilnya. Amiiinn.

--Rofie--