Kunjungi Web Kami : Yayasan | TK | SD | SMP | SMA | Boarding School | STKIP Al Hikmah Surabaya
Login | Hubungi kami (031) 8299094

Mengikuti Jejak Sunnah

Puasa Tasu'a dan Asyura, tanggal 9 - 10 Muharram

Mengikuti Jejak Sunnah

Bulan Muharram salah satu dari empat bulan yang mulia selain Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Di bulan-bulan tersebut manusia dilarang menzalimi diri sendiri dan melalukan perbuatan dosa.

Firman Allah dalam Alquran Surat At Taubah ayat 36.

" Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di keempat bulan itu."

Rasulullah Muhammad SAW menyebut bulan Muharram sebagai Syahrullah (bulan Allah). Karena itu, umat Islam wajib tahu keutamaan bulan Muharram. Dalam bahasa Arab, Muharram bermakna 'waktu yang diharamkan'. Maksudnya, pada bulan ini manusia dilarang menzalimi diri sendiri dan melalukan perbuatan dosa.

Banyak ibadah sunah yang sangat dianjurkan dilakukan umat Muslim di bulan ini. Salah satu amalan yang paling utama adalah puasa Muharram. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW

“ Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah

shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah).

Adapun keutamaan puasa di bulan Muharram, Allah akan menghapus dosa dosa kita di masa lalu. Sebagamana sabda nabi Muhammad SAW,

Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).
 

Namun untuk ummat muslim dianjurkan berpuasa tidak hanya puasa asyuro tanggal 10 Muharram, tapi juga puasa tasu’a yaitu satu hari sebelum puasa asyuro tanggal 9. Mengapa demikian ?, hal ini dikarenakan Rasulullah ingin menyelisihi tata cara ibadah agama lain. Sesuai riwayat yang disampaikan dari Ibnu Abbas. Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata bahwa ketika Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melakukan puasa hari ’Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata, “Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.” Lantas beliau mengatakan, “Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)– kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan, “Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia.” (HR. Muslim no. 1134).