Kunjungi Web Kami : Yayasan | TK | SD | SMP | SMA | Boarding School | STKIP Al Hikmah Surabaya
Login | Hubungi kami (031) 8299094

BERSINERGI MELAHIRKAN GENERASI MANDIRI SEJAK DINI

Program menumbuhkan dan melatih ketrampilan life skill pada anak didik.

BERSINERGI MELAHIRKAN GENERASI MANDIRI SEJAK DINI

Sebagai sekolah percontohan, SD Al-Hikmah Full Day School Surabaya terus melahirkan gagasan-gagasan baru tentang segala hal yang menjadi kebutuhan murid-muridnya. 

Mulai awal semester I tahun pembelajaran 2018/ 2019 model penugasannya merambah ke masalah kecakapan hidup (life skill) dan ini ada raportnya. Guru-guru berharap, model ini mampu mengembangkan potensi manusiawi murid-muridnya untuk menghadapi peran yang seharusnya.

Model ini diprakarsai oleh guru kelas VI, Ustazah Muniroh. Sepekan lamanya, tugas mandiri murid-muridnya bertema "Berbakti pada Kedua Orang Tua", sesuai materi. Tugasnya berupa "Melakukan lima kebaikan yang berkelanjutan di rumah". Mereka diharuskan memvideo lima kebaikan terebut. Dengan itu, mereka akan belajar banyak hal. Mereka akan berupaya menjadi anak yang benar-benar berbakti. Mereka juga harus belajar  IT: memvideo kebaikannya dan mengeditnya serta membuat akun. Video harus dikirim lewat email. 

"Capek tapi puas setelah bisa mengemail," terang Anin VF usai belajar mengirim email sesuai tutorial arahan  Ustazah Muniroh.

Repot memang. Guru juga harus menyisir satu persatu email yang masuk, mengklasifikasikan video yang masuk, dan membuka sekian puluh video untuk dinilai. Meski demikian, karena tujuannya sangat baik, hal itu tidak jadi masalah.

"Anak-anak

biar 'melek' IT, bisa mengambil manfaat lebih dari gadget yang ada. Yang terpenting lagi, anak-anak biar lebih berbakti pada kedua orang tuanya," demikian tutur guru mata pelajaran Al Islam tersebut.

Alhamdulillah, bagai gayung bersambut. Wali murid memberikan respon yang luar biasa. Sebagian besar merasa bahagia anaknya mendapatkan tugas tersebut, sebagaimana yang dirasakan orang tua  Nanda  Rasya VI C dalam tulisan yang disampaikan melalui WhatsApp, juga wali murid lainnya dengan kalimat yang variatif.

"Saya sebagai orang tua tidak merasa repot dengan tugas mandiri seperti ini. Justru nilai-nilai karakternya sangat kami dukung," demikian ungkapan perasaan orang tua Nanda Gendhis VI E.

Tak sedikit pula wali murid yang berucap terima kasih pada guru-guru karena adanya tugas tersebut. Beliau-beliau sebagai orang tua merasa terbantu sekali.

Pekan berikutnya, tugas mandiri mulai kelas satu bertema "Bersih Diriku". Sesuai urutan kelas, konten tugasnya berbeda meski berpayung tema sama. Tugas murid kelas satu berbeda dengan kelas dua. Kelas kelas mandiri menggosok gigi dan berwudhu sebelum tidur. Tidak demikian dengan kelas-kelas berikutnya, menyesuaikan kebutuhan sesuai tingkatan usia dan kelasnya. 

Semoga lahir generasi-generasi mandiri dari SD Al Hikmah Surabaya, siap hidup di zamannya. ~Nix ~